Chaotic Pearls

Lamunan dari seberang GKU lama …

Archive for the ‘Information Theory’ Category

Homo Informaticus: mengapa manusia suka gosip?

Posted by suksmono on April 17, 2008

Beberapa tahun belakangan ini, kemunculan televisi swasta nasional di tanah air bak jamur di musim hujan. Salah satu acara yang paling disukai oleh masyarakat kita dan mendapatkan rating yang cukup tinggi adalah infotainment, yang berisi gosip kaum pesohor. Tulisan ini tidak akan memberikan penjelasan lebih lanjut tentang infotainment, melainkan paparan singkat mengenai suatu bidang ilmu yang saat ini banyak mempengaruhi kehidupan manusia di muka bumi, yaitu Teori Informasi (Information Theory/IT).

IT dibangun oleh banyak ilmuwan. Salah satu tokoh penting yang punya peranan besar dalam mengembangkan teori informasi adalah Claude E. Shannon. Salah satu masalah fundamental dalam IT adalah bagaimana cara mengkuantifikasi informasi. Ini bukan hal yang mudah karena menyangkut besaran-besaran peluang.

Dalam karya seminalnya, “A Mathematical Theory of Communications”, Shannon mengusulkan cara mengkuantifikasi informasi melalui sebuah persamaan yang menghubungkan peluang suatu peristiwa dengan kandungan informasi:

I[E] = -log2[p(E)]

dimana p(E) menyatakan peluang terjadinya peristiwa E dan I(E) adalah nilai informasi peristiwa dalam satuan bit. Persamaan ini juga menyatakan bahwa peristiwa dengan peluang semakin kecil akan memiliki nilai informasi yang semakin besar.

Apa kaitannya dengan gosip atau infotainment? Manusia suka pada kejutan-kejutan. Kita sangat excited ketika mendapatkan arisan, undian, atau door-prize. Mungkin ini gejala yang menunjukkan bahwa manusia adalah makhluk pelahap informasi – Homo Informaticus.

Sebuah kejutan disebut “kejutan” karena nilai peluang terjadinya peristiwa ini sangat kecil. Jika pada suatu acara ulang tahun STEI, ada 64 orang dosen yang datang pada acara ini, kemudian panitia menarik secara acak nomor undian door-prize, maka nilai peluangnya adalah 1/64. Berdasarkan persamaan diatas, nilai informasi dari kejadian ini adalah 6 bit. Bandingkan jika hanya ada satu orang dosen yang datang, kemudian beliau menarik door-prize buat dirinya sendiri. Tentu tidak akan ada kejutan disini karena pasti akan dapat undian, kecuali yang datang Mr. Bean :) . Persamaan diatas memberi nilai informasinya pada kejadian ini sebesar nol bit. Mudah dipahami mengapa peristiwa pertama memiliki informasi yang lebih besar dari yang kedua.

Demikian pula dengan gosip. Suatu peristiwa yang tidak terduga, misalnya pasangan pesohor yang tadinya terkenal sangat harmonis tetapi tiba-tiba memutuskan untuk berpisah, adalah suatu peristiwa besar. Masyarakat sangat tidak menduga peristiwa ini terjadi, artinya nilai peluangnya sangat kecil, dan akibatnya nilai informasinya menjadi besar. Daya jual infotainment justru terletak pada berbagai macam kejutan dan tingginya ketidakpastian.

Sebenarnya teori informasi tidak hanya terkait dengan kuantifikasi informasi saja. Makalah Shannon terutama membahas cara mengirimkan informasi melalui suatu saluran komunikasi. Dalam terminologi telekomunikasi, secara fisik saluran dapat berbentuk kabel yang melewatkan sinyal listrik, udara/ruang hampa untuk gelombang radio, serat optik untuk menyalurkan cahaya, bahkan waktu dalam penyimpanan data. Seperti halnya pipa yang menyalurkan air, saluran komunikasi ini memiliki daya tampung tertentu yang disebut kapasitas kanal. Karena ada pengganggu (derau), informasi yang melewati saluran bisa terdistorsi.

Salah satu hasil penting yang dicapai oleh Shannon adalah, kita bisa mengirimkan berapapun informasi kedalam kanal berderau ini dengan kecepatan tertentu, dan mengkoreksi kesalahan yang terjadi dengan cara memberikan bit-bit tambahan. Detail dari penjelasan ini akan kita bahas pada tulisan lain.

Posted in Information Theory | 2 Comments »