Sinyal Kompleks dan Penginderaan Kompresif
Posted by suksmono on June 2, 2010
Pada tanggal 22 Mei 2010 yang lalu saya menyampaikan Pidato Ilmiah di BPI-ITB dengan judul “Pengolahan Sinyal Kompleks dan Penginderaan Kompresif”. Ringkasan dari naskah pidato adalah sebagai berikut:
Tulisan ini menguraikan perkembangan terkini dan kontribusi dari penulis dalam bidang pengolahan sinyal dan pencitraan. Bagian pertama menjelaskan teori dan penggunaan dari pengolahan sinyal yang bernilai kompleks, sedangkan bagian kedua menjelaskan dasar-dasar penginderaan kompresif dan aplikasi yang berhasil dikembangkan oleh penulis.
Penulis mulai menekuni pengolahan sinyal kompleks sejak menempuh program doktor di Universitas Tokyo (1999-2002). Topik tentang pengolahan sinyal kompleks sangat menarik, bukan hanya karena ssat itu masih jarang yang melakukan penelitian dalam bidang ini, tetapi juga karena bilangan kompleks sendiri memiliki arti yang sangat mendalam.
Bagian pertama dari tulisan ini menjelaskan alasan perlunya pengolahan sinyal kompleks secara khusus, model stokastik sinyal kompleks dimensi dua, algoritma pengolahan sinyal kompleks, dan beberapa contoh aplikasinya.
Pada bagian kedua akan dijelaskan paradigma terbaru didalam penginderaan atau pencitraan, yaitu yang didasarkan pada pencuplikan kompresif. Topik ini sangat menarik karena batas pencuplikan Shannon dapat dilampaui tanpa merusak hasil rekonstruksi. Hal ini akan berdampak pada peralatan pengindera atau pencitra yang bekerja semakin cepat dan data akuisisi yang semakin ringkas. Dua macam aplikasi dari penginderaan kompresif juga akan dijelaskan, yaitu radar pensintesa frekuensi kompresif dan teleskop radio interferometri kompresif. Kedua aplikasi tersebut juga dikembangkan oleh penulis bersama dengan anggota tim peneliti.
Naskah pidato lengkapnya dapat di-download di sini.
pebbie said
baru selesai baca.. kalau generalisasi lebih lanjut dari bilangan kompleks (quaternion, clifford nuumber), kira-kira gimana prospeknya ya Pak?
suksmono said
Ketika saya mulai riset JST/neural-network-kompleks, sudah ada beberapa peneliti yang mengembangkan JST-quaternion atau memakai-nya dalam pengolahan citra. Saya tidak bisa berkomentar banyak mengenai bidang ini karena tidak lagi mengikuti perkembangannya. Tentu sah-sah saja melakukan generalisasi seperti itu, tetapi untuk bidang rekayasa, ujung-ujungnya yang menentukan adalah aplikabilitas: akan dipakai dalam kasus apa dan seberapa luas pemakaiannya.