Chaotic Pearls

Lamunan dari seberang GKU lama …

17000

Posted by suksmono on May 18, 2010

Minggu, 16 Mei 2010 adalah hari yang bersejarah. Setelah ke-trucut memberi komentar di blog BBR, akhirnya hil yang mustahal itu terlaksana.

Hari itu, selepas sholat subuh, saya bersiap-siap memakai sepatu olahraga. Setelah minum segelas air putih, pukul 4.45 sebuah perjalanan panjang dimulai: jalan kaki perlahan, makin lama makin cepat, lalu berlari santai.

Malam sebelumnya hujan cukup deras, jalanan berlobang menyimpan sisa-sia air hujan. Di depan Rumah Sakit Al Ihsan, pedagang pasar kaget bersiap-siap menggelar dagangannya. Masih sepi, meski kendaraan umum mulai berdatangan mengangkut para pedagang. Sepinya lalulintas sangat membantu; udara pagi tetap segar dan jalur beraspal dapat dipakai untuk berlari. Sekali waktu kendaraan besar lewat, saya harus menepi untuk memberi jalan, sambil terus berlari.

Satu seperempat jam kemudian saya sudah mulai masuk daerah Buah Batu. Milestones 5000 di IT Telkom, dan 7500 di Pasar Kordon sudah terlewati. Beberapa minggu sebelumnya, saya sempat sempoyongan ketika memasuki meter ke 10000.

Seharusnya sekarang hari sudah mulai terang, namun awan gelap menghalangi senyum Sang Surya.

Masuk ke jalan Sunda, hujan rintik-rintik mulai turun, membuat para pengendara motor bergegas memacu kendaraannya. Namun rintik hujan membantu mendinginkan badan yang mulai panas.

Jalan menanjak ke arah Dago membuat perjalanan semakin berat. Sampai di di bawah fly-over Surapati, terlihat banyak orang berkerumun di sepanjang jalan Juanda, sebagian besar dengan membawa sepeda. Saya baru ingat kalau hari Minggu adalah car-free day; mulai dari depan BPI sampai ke Simpang Dago, jalan tertutup bagi kendaraan beroda empat.

Saya menghindari kerumunan dengan berbelok ke depan gereja dan menyusuri jalan depan PDAM, belakang Salman, hingga akhirnya masuk ke kampus. Sampai di pintu gerbang, jam menunjukkan tepat pukul 7.00. Kampus masih sepi, tak lama kemudian saya sampai di Lab Radar dan membuat satu kali victory-lap mengelingi GKU Lama.

Lega sudah, akhirnya 17000 m bisa dilalui.

Advertisement

7 Responses to “17000”

  1. Aditya said

    membaca frasa “hil yang mustahal” saya ketawa sendiri.. Jadi ingat pak Timbul, hehehe.. Tapi salut pak.. Saya sendiri yang masih muda kayaknya gak kuat joging sampe 17 kilo gitu.. Joging di sabuga 8 putaran aja udah mabok, hehehe

  2. saya juga rasanya tidak sampai 17 km kalau olah raga. biasanya kalau saya menggunakan time-based, diukur dengan lagu. he he he. waktunya dijumlahkan dari waktu lagu-lagu yang didengarkan.

    congrats.

    nah … sekarang bagaimana menjaga konsistensi? apakah 17km akan dijadikan sebagai standar? he he he

    • suksmono said

      Iya pak, itu yang sulit,
      pegel-pegelnya baru hilang 3 hari kemudian. Penginnya minimal 1-2 kali seminggu lari jarak jauh, tapi komponen biomekanik kita ‘kan berangsur terdegradasi dengan berambahnya usia.
      Yah, minimal sudah pernah mencapai milestone 17000, yang penting tetap menyalakan semangat “larilah selagi bisa” :)

  3. oh ya lupa, maaf saya tidak bisa hadir di acara tanggal 22 mei 2010 kemarin. saya dapat giliran jaga di rumah sakit :) padahal kang djadja juga saudara. pengen hadir juga sih. tapi apa boleh buat.

    selamat ya … sukses selalu!

  4. Teguh Prakoso said

    Tahniah dg 17000-nya Pak… Syabas…
    Waktu SD, ketika sedang kuat2nya lari (krn olahraga wajib di sekolah), saya hanya mampu 5km saja Pak… :)

  5. Teguh Prakoso said

    @ Mas Aditya: kayaknya “hil yg mustahal” itu punyanya Alm. Asmuni deh… :)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
Follow

Get every new post delivered to your Inbox.