Minggu, 16 Mei 2010 adalah hari yang bersejarah. Setelah ke-trucut memberi komentar di blog BBR, akhirnya hil yang mustahal itu terlaksana.
Hari itu, selepas sholat subuh, saya bersiap-siap memakai sepatu olahraga. Setelah minum segelas air putih, pukul 4.45 sebuah perjalanan panjang dimulai: jalan kaki perlahan, makin lama makin cepat, lalu berlari santai.
Malam sebelumnya hujan cukup deras, jalanan berlobang menyimpan sisa-sia air hujan. Di depan Rumah Sakit Al Ihsan, pedagang pasar kaget bersiap-siap menggelar dagangannya. Masih sepi, meski kendaraan umum mulai berdatangan mengangkut para pedagang. Sepinya lalulintas sangat membantu; udara pagi tetap segar dan jalur beraspal dapat dipakai untuk berlari. Sekali waktu kendaraan besar lewat, saya harus menepi untuk memberi jalan, sambil terus berlari.
Satu seperempat jam kemudian saya sudah mulai masuk daerah Buah Batu. Milestones 5000 di IT Telkom, dan 7500 di Pasar Kordon sudah terlewati. Beberapa minggu sebelumnya, saya sempat sempoyongan ketika memasuki meter ke 10000.
Seharusnya sekarang hari sudah mulai terang, namun awan gelap menghalangi senyum Sang Surya.
Masuk ke jalan Sunda, hujan rintik-rintik mulai turun, membuat para pengendara motor bergegas memacu kendaraannya. Namun rintik hujan membantu mendinginkan badan yang mulai panas.
Jalan menanjak ke arah Dago membuat perjalanan semakin berat. Sampai di di bawah fly-over Surapati, terlihat banyak orang berkerumun di sepanjang jalan Juanda, sebagian besar dengan membawa sepeda. Saya baru ingat kalau hari Minggu adalah car-free day; mulai dari depan BPI sampai ke Simpang Dago, jalan tertutup bagi kendaraan beroda empat.
Saya menghindari kerumunan dengan berbelok ke depan gereja dan menyusuri jalan depan PDAM, belakang Salman, hingga akhirnya masuk ke kampus. Sampai di pintu gerbang, jam menunjukkan tepat pukul 7.00. Kampus masih sepi, tak lama kemudian saya sampai di Lab Radar dan membuat satu kali victory-lap mengelingi GKU Lama.
Lega sudah, akhirnya 17000 m bisa dilalui.