Ini bukan anjuran bagi mereka yang sedang dikejar-kejar oleh aparat, melainkan memang lari dalam arti sebenarnya, misalnya “lari pagi”. Ceritanya bermula pada bulan Februari 2010 yang lalu, ketika saya mendapatkan hasil uji kesehatan.
Saya gampang sakit, makan se-enak-nya, dan tidak biasa berolahraga. Kegiatan lari pagi terakhir saya lakukan sekitar 25 tahun yang lalu, setelah itu hampir tidak pernah lagi. Belakangan saya merasa nyeri kaki jika berjalan jauh atau naik tangga. Makan tanpa pantangan (tentu kecuali yang haram) sering membuat istri saya khawatir. Jadi saya merasa mendapatkan kejutan ketika tes kesehatan tidak menunjukkan kolesterol dan gula darah yang melebihi batas normal, kecuali LDL HDL yang kurang. Dokter menyarankan supaya berolahraga minimal 3 kali seminggu @1/2 jam. Katanya, semua dosen yang ditest juga mendapat rekomendasi yang sama. Tapi bagi saya ini adalah berkah dari Tuhan yang mesti saya syukuri: saran dokter adalah resep dan resep harus diikuti. Resolusi saya tahun ini hanya satu: SEHAT !
Saat berangkat ke kantor di pagi hari, saya sering melihat pria/wanita paruh baya yang sedang jalan pagi, kebanyakan dengan badan yang kegemukan, sehingga susah untuk sekedar jogging. Sayapun sebenarnya sudah agak “konveks”, nyaris overweight.
Kilometer pertama adalah jarak terberat. Maunya lari non-stop, tapi ternyata harus selang-seling: lari 100 meter, jalan kaki 200 m, lari lagi, jalan lagi, … dst. Setelah 1 Km, mulai terasa nyeri-nyeri di daerah lutut dan tulang kering, mungkin karena kaki sudah lama tidak biasa bekerja keras. Berdasarkan beberapa artikel online, olahraga seperti ini harus bergantian; sehari lari, besoknya istirahat dan begitu seterusnya. Artikel yang sama juga menjelaskan supaya meningkatkan jarak tempuh secara bertahap setiap minggu-nya.
Ternyata lama-lama enak juga, setelah lari badan terasa segar dan konsumsi kopi bisa berkurang. Sebelumnya jatah ngopi saya adalah (3x + jumlah rapat)/hari. Sekarang cukup satu gelas; kecuali ada deadline proposal atau laporan (sama saja ya…he..he). Kaki juga terkadang masih nyeri, tapi akan berangsur hilang setalah 1-2 hari beristirahat. Saran saya bagi para pembaca: larilah selagi bisa, jangan tunggu hingga kaki dan jantung tidak bisa diajak kompromi.