Jovianists
Posted by suksmono on June 3, 2009
Sekitar dua tahun yang lalu, Observatorium Bosscha mulai mencanangkan program teleskop radio multiwavelength untuk melengkapi instrumen pengamatan benda langit pada daerah gelombang radio. Sebelumnya telah datang satu terminal SRT (Small Radio Telescope) buatan MIT-Haystack, dengan harapan kedepan dapat dilengkapi dengan teleskop buatan sendiri hingga memiliki kemampuan pencitraan interferometry.

Sebagai tahap awal, bekerjasama dengan Lab Telekomunikasi Radio dan Gelombang Mikro, kelompok peneliti ini mulai merealisasikan teleskop radio sederhana yang bekerja pada frekuensi 20.1 MHz untuk mengamati fenomena pancaran gelombang radio yang berasal dari planet Jupiter dan Matahari.

Setelah ujicoba berhasil, dalam jangka dekat Bosscha akan membangun satu buah stasiun penerima lagi untuk ujicoba interferometri. Kedepan diharapkan teleskop ini dapat menjadi salah satu test-bed kegiatan riset radio-astronomy maupun pencitraan interferometry.
pebbie said
kalau tidak salah sekitar tahun 2005-2006 ada mahasiswa astronomi yang tugas akhirnya membuat prototipe SRT dengan pembimbing Bpk Hakim. waktu itu sulit sekali menghubungi LTRGM hingga akhirnya bekerja mandiri dengan alumni elektro yang juga pengembang pemancar radio untuk radio kampus itb.
waskita said
Untuk radio astronomy tentunya kan perlu tempat yang bebas interferensi. Apakah sudah dipertimbangkan tempat yang cocok?
suksmono said
Pebbie:
benar, ini mungkin cikal bakal teleskop radio di Bosscha. Akan dicari lagi, barangkali masih dapat dimanfaatkan.
P. Waskita:
Menurut rekan-2 di Bosscha, justru karena sekarang terjadi polusi cahaya, pengamatan diarahkan ke daerah radio. Memang ada interferensi, inilah akibat jika aturan alokasi frekuensi tidak ditaati. Diharapkan hal ini nanti dapat diatasi dengan melakukan penapisan ruang atau teknik pengolahan sinyal lainnya.
waskita said
Di beberapa situs radio astronomy, perangkat elektronik dibatasi, misal di sini:
http://aas.org/archives/BAAS/v29n5/aas191/abs/S011001.html
“In AOVEF, three displays, some audio-visual equipment, and video/digital cameras used by the visitors were found to be “leaky”. In future, the use of such cameras will be prohibited and the exhibits will be screened appropriately.”