Melakukan perjalanan menembus waktu merupakan salah satu impian manusia yang hingga kini belum bisa terwujud, kecuali dalam film-film fiksi ilmiah seperti Time Machine, Back to The Future, Time Cops, atau serial televisi tempo doeloe seperti Time Tunnel.
Didalam film Back to the Future, tokoh utama, yaitu Marty McFly, berpetualang menembus waktu dengan mobil De Lorean, menuju masa lalu maupun ke masa depan. Salah satu bagian dari film ini mengisahkan tokoh antagonis Biff Tannen tua yang berada di masa depan memberikan sebuah almanak olahraga; sebuah buku yang berisi informasi hasil pertandingan dari tahun ke tahun; kepada Biff Tannen muda. Informasi dalam buku ini dipakainya untuk mengubah nasib dengan memasang taruhan.
Kisah-kisah didalam film dan serial TV diatas sangat inspiratif. Tidak perlu sebuah almanak olahraga, sebuah pesan dapat mengubah hidup seseorang jika perjalanan ke masa lalu itu dimungkinkan.
Seandainya tersedia sebuah mesin waktu dan kita diberikan kesempatan untuk kembali ke masa lalu, pesan apa yang akan kita sampaikan kepada diri kita ketika masih muda? Sebuah pesan yang tepat akan dapat menghindari kesalahan-kesalahan yang pernah kita lakukan di masa lalu dan sekaligus mengubah nasib kita di saat kini.
Sayangnya sampai hari ini mesin waktu ini belum ada. Namun demikian, secara imajinatif perjalanan menembus waktu ini masih bisa dilakukan. Caranya? Dengan melakukan pergeseran waktu: alih-alih kembali ke masa lalu, diri kita yang sedang berada di masa depan melakukan perjalanan menembus waktu ke masa kini.
Didalam Mekanika Kuantum, ada sebuah prinsip yang mengatakan bahwa ”nasib” sebuah partikel di suatu titik didalam kontinuum ruang-waktu merupakan jumlah seluruh kemungkinan lintasan dari titik semula ke titik akhir. Lintasan-lintasan dalam ruang-waktu ini merupakan berbagai alternatif sejarah dari si partikel.
Prinsip ini dapat dipakai sebagai analogi. Namun demikian, ada perbedaan besar antara sebuah partikel dengan seorang manusia (selain ukuran tentu saja): sebuah partikel tidak dapat menentukan nasibnya sendiri, sedangkan manusia bisa karena memiliki kebebasan untuk memilih salah satu dari berbagai kemungkinan trajektori hidup yang dapat dilaluinya. Masa depan seseorang ditentukan oleh perjalanannya dalam ruang-waktu: oleh pilihan-pilihan hidup yang dibuatnya dan oleh semua tindakan yang dilakukannya.
Pemikiran seperti ini dapat membebaskan kita dari belenggu waktu. Cobalah tengok diri kita beberapa tahun yang lalu, kemudian bandingkan dengan keadaan saat ini. Jika tidak banyak berubah, hampir bisa dipastikan bahwa kondisi beberapa tahun kedepan pun tidak akan jauh berbeda. Inilah saat yang tepat untuk melakukan perjalanan menembus waktu. Mulailah dengan membayangkan bahwa diri kita sekarang sedang berada di masa depan, kemudian lakukan perjalanan menembus waktu ke masa kini. Sampaikan pesan yang tepat pada diri kita dan lakukan perubahan saat ini juga!
” … today is a gift, that’s why it’s called the present“ [Master Oogway]



