Chaotic Pearls

Lamunan dari seberang GKU lama …

Archive for July, 2008

Perjalanan Menembus Waktu

Posted by suksmono on July 28, 2008

Melakukan perjalanan menembus waktu merupakan salah satu impian manusia yang hingga kini belum bisa terwujud, kecuali dalam film-film fiksi ilmiah seperti Time Machine, Back to The Future, Time Cops, atau serial televisi tempo doeloe seperti Time Tunnel.

Didalam film Back to the Future, tokoh utama, yaitu Marty McFly, berpetualang menembus waktu dengan mobil De Lorean, menuju masa lalu maupun ke masa depan. Salah satu bagian dari film ini mengisahkan tokoh antagonis Biff Tannen tua yang berada di masa depan memberikan sebuah almanak olahraga; sebuah buku yang berisi informasi hasil pertandingan dari tahun ke tahun; kepada Biff Tannen muda. Informasi dalam buku ini dipakainya untuk mengubah nasib dengan memasang taruhan.

Kisah-kisah didalam film dan serial TV diatas sangat inspiratif. Tidak perlu sebuah almanak olahraga, sebuah pesan dapat mengubah hidup seseorang jika perjalanan ke masa lalu itu dimungkinkan.

Seandainya tersedia sebuah mesin waktu dan kita diberikan kesempatan untuk kembali ke masa lalu, pesan apa yang akan kita sampaikan kepada diri kita ketika masih muda? Sebuah pesan yang tepat akan dapat menghindari kesalahan-kesalahan yang pernah kita lakukan di masa lalu dan sekaligus mengubah nasib kita di saat kini.

Sayangnya sampai hari ini mesin waktu ini belum ada. Namun demikian, secara imajinatif perjalanan menembus waktu ini masih bisa dilakukan. Caranya? Dengan melakukan pergeseran waktu: alih-alih kembali ke masa lalu, diri kita yang sedang berada di masa depan melakukan perjalanan menembus waktu ke masa kini.

Didalam Mekanika Kuantum, ada sebuah prinsip yang mengatakan bahwa ”nasib” sebuah partikel di suatu titik didalam kontinuum ruang-waktu merupakan jumlah seluruh kemungkinan lintasan dari titik semula ke titik akhir. Lintasan-lintasan dalam ruang-waktu ini merupakan berbagai alternatif sejarah dari si partikel.

Prinsip ini dapat dipakai sebagai analogi. Namun demikian, ada perbedaan besar antara sebuah partikel dengan seorang manusia (selain ukuran tentu saja): sebuah partikel tidak dapat menentukan nasibnya sendiri, sedangkan manusia bisa karena memiliki kebebasan untuk memilih salah satu dari berbagai kemungkinan trajektori hidup yang dapat dilaluinya. Masa depan seseorang ditentukan oleh perjalanannya dalam ruang-waktu: oleh pilihan-pilihan hidup yang dibuatnya dan oleh semua tindakan yang dilakukannya.

Pemikiran seperti ini dapat membebaskan kita dari belenggu waktu. Cobalah tengok diri kita beberapa tahun yang lalu, kemudian bandingkan dengan keadaan saat ini. Jika tidak banyak berubah, hampir bisa dipastikan bahwa kondisi beberapa tahun kedepan pun tidak akan jauh berbeda. Inilah saat yang tepat untuk melakukan perjalanan menembus waktu. Mulailah dengan membayangkan bahwa diri kita sekarang sedang berada di masa depan, kemudian lakukan perjalanan menembus waktu ke masa kini. Sampaikan pesan yang tepat pada diri kita dan lakukan perubahan saat ini juga!

” … today is a gift, that’s why it’s called the present“ [Master Oogway]

Posted in Uncategorized | 11 Comments »

Ikebana@ITU.Meeting

Posted by suksmono on July 4, 2008

Tanggal 3-4 Juli 2008 ini kami (saya dan beberapa dosen STEI) mengikuti ITU Rapporteur’s Meeting for Telemedicine di Tokyo. Ini adalah pertemuan ilmiah yang diikuti oleh penggiat telemedika di seluruh dunia, meski tidak semuanya datang. Dapat disebutkan disini beberapa negara yang mengirimkan delegasinya: Jerman, Kamerun, Rusia, USA, Jepang, India, Bangladesh, Malaysia, Korea, dll dan perwakilan dari ITU (International Telecommunication Union). Kali ini saya menyampaikan makalah mengenai penginderaan kompresif dan dampaknya bagi perkembangan peralatan pencitraan medis maupun kemungkinan perubahan standardisasinya.

 
Meskipun CS (compressive sensing) baru saja lahir, tapi pertumbuhannya luar biasa pesat. Situs blog Igor Carron hampir setiap hari melaporkan munculnya ide-ide baru dalam CS. Pada presentasi ini, pertama-tama disampaikan beberapa inisiatif pembuatan sistem pencitraan berbasis CS; dimulai dengan hasil penelitian Candes-Romberg-Tao tentang rekonstruksi eksak dari citra phantom (citra uji untuk tomografi) dari data parsial kawasan frekuensi. Menurut saya, inilah tonggak sejarah jika orang ingin mengaitkan CS dengan pencitraan medis. Kemudian disinggung sekilas single-pixel-camera dari Rice University, Sparse MRI dari Stanford, dan tak lupa juga disampaikan inisiatif kelompok riset di ITB-TU Delft untuk membuat compressive SFCW-GPR.

presentasi pada ITU Meeting

Selama ini, standard de facto yang dipakai dalam penyimpanan rekam-medis citra kedokteran adalah DICOM. Disamping itu, JPEG2000 juga dapat dipakai karena kemampuan skalabilitas-nya; dapat mengkompresi citra dari yang merugi (lossy) sampai yang tak merugi (lossless). Kedua standard ini tentu didasarkan pada paradigma lama: kumpulkan seluruh data citra, kemudian lakukan kompresi. Cara ini tidak efisien karena sebagian besar data yang dikumpulkan akan dibuang saat kompresi. CS memberikan solusi dengan menggabungkan kompresi dan pencuplikan sekaligus.

Teknik CS yang sangat berbeda dari sebelumnya ini tentu akan mengakibatkan perubahan atau bahkan redefinisi standard pencitraan medis. Sampai hari ini orang masih belum memikirkan dampak CS pada standard peralatan pencitraan medis maupun yang lain. Barangkali karena masih terlalu jauh, atau karena semua peneliti CS berlomba menggali bidang ilmu baru ini dari aspek lain yang lebih mendasar. Singkat kata presentasi ini cukup mendapat tanggapan dari peserta.

Nadia-sensei sedang mengajari cara menentukan dan memotong bahan

ikebana karya beberapa peserta

Apa hubungannya dengan ikebana? Pada event kali ini dibuka stand belajar ikebana secara gratis. Peserta cukup mendaftar, semua bahan sudah siap, dengan metode belajar-langsung-praktek: learning-by-doing. Sampai siang hari, baru tiga peserta yang mendaftar; dua diantaranya dari Indonesia, yaitu: saya dan Pak Soegi (Prof. Soegijardjo Soegijoko). Ikebana adalah seni merangkai bunga dari Jepang dan belajar budaya negeri Sakura ini adalah kegiatan yang sangat mengasyikkan. Lumayan untuk meredakan migrain yang sudah seminggu ini bersarang di kepala.

Posted in Uncategorized | 3 Comments »